Arbitrage (Arbitrase)

Pengertian Arbitrase

Arbitrase ( dalam bahasa Inggris;“arbitrage” )adalah berasal dari bahasa Perancis dan merujuk pada suatu putusan yang dibuat oleh seorang arbiter dalam suatu peradilan arbitrase atau arbitration tribunal. Pada Perancis modern, kata “arbitre” ini biasanya bermakna sebagai wasit.

Dalam dunia akademis, istilah “arbitrase” ini diartikan sebagai suatu transaksi tanpa arus kas negatif dalam keadaan yang bagaimanapun, dan terdapat arus kas positif atas sekurangnya pada satu keadaan , atau dengan istilah sederhana disebut sebagai “keuntungan tanpa risiko” (risk-free profit).

Seorang yang melakukan arbitrase disebut “arbitraser” atau dalam istilah asing disebut juga arbitrageur. Istilah ini utamanya digunakan dalam perdagangan instrumen keuangan seperti obligasisahamderivatifkomoditi dan mata uang.

Arbitrase Dalam Forex

Bagaimana melakukan Arbitrase dalam Forex?

Trader yang ingin melakukan arbitrase dalam forex pada dasarnya melakukan hal serupa; mereka melakukan buy pada suatu mata uang di broker yang memberikan harga lebih rendah, sementara di saat yang sama melakukan sell di broker yang memberikan harga lebih tinggi. Setelah dikurangi biaya transaksi, maka profit adalah sisa selisih diantara kedua harga. Caranya bisa bermacam-macam, tetapi intinya adalah berusaha memanfaatkan anomali harga.

Praktek arbitrase forex termasuk strategi yang sering dijalankan oleh perusahaan-perusahaan hedge fund dan pelaku trading forex di level institusional. Namun, jarang yang melakukannya di tingkat trader ritel. Selain karena harga diantara broker forex ritel kurang lebih sama, juga karena tak sedikit broker forex ritel melarang penggunaan arbitrase.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika strategi ini diperbolehkan atau mungkin untuk dijalankan. Cara pertama adalah dengan melakukan arbitrase forex antara dua broker yang memberikan kuotasi harga berbeda untuk suatu pasangan mata uang (Broker Arbitrage). Sedangkan cara kedua bisa menggunakan Triangular Arbitrage yang mirip dengan hedging.

Broker Arbitrage

Dalam bentuknya yang paling sederhana, arbitrase forex dilakukan dengan buy dan sell satu pair yang sama di dua broker yang memberikan kuotasi harga berbeda. Berikut sebuah sampel yang diberikan oleh profitf.com:

Broker Arbitrage

Perhatikan bahwa selisih harga hanya terjadi dalam selang beberapa detik saja, dan itu pun belum memperhitungkan spread atau biaya trading lainnya. Untuk melakukan strategi Broker Arbitrage, seorang trader harus bisa bertindak secepat kilat.

Triangular Arbitrage

Sebelum menelaah Triangular Arbitrage, pertama-tama kita perlu memahami beberapa konsep dasar forex terlebih dahulu.

Dalam trading forex, saat kita melakukan buy pada suatu pair mata uang, umpama EUR/USD, maka pada dasarnya kita membeli mata uang pertama (EUR) sekaligus menjual mata uang kedua (USD).

Sementara itu, nilai sintetis atau teoritis dari pair cross ditunjukkan dari nilai tukar kedua mata uang di dalamnya, versus Dolar AS. Contohnya, jika EUR/USD berada pada harga 1.1505 dan GBP/USD pada 1.4548. Nilai yang tersirat bagi EUR/GBP akan muncul dengan membagi 1.1505 dengan 1.4548, atau (1.1505/1.4548 = 0.7908).

Ini karena pair-pair mata uang bisa dianggap layaknya bilangan pecahan dengan penyebut dan pembilang. Jadi, EUR/USD x USD/GBP = EUR/GBP x USD/USD = EUR/GBP.

Nah, jika nilai harga EUR/GBP berbeda dari nilai yang tersirat di pair-pair mayor EUR/USD dan GBP/USD, maka itu memunculkan peluang arbitrase forex.

Di sini, Triangular Arbitrage terdiri dari tiga posisi trading.

Andaikan EUR/GBP berada pada harga 0.7911, atau lebih tinggi dari nilai yang tersirat tadi, maka kita perlu melakukan sell pada pair ini. Di saat yang sama, kita juga perlu membuka dua posisi trading di pair EUR/USD dan GBP/USD, untuk menciptakan posisi berlawanan bagi EUR/GBP.

Ini bisa menyeimbangkan risiko sekaligus mengunci profit. Akan tetapi, karena selisih harganya sangat kecil, maka kita harus bertrading dalam ukuran (lot) besar agar profitnya lumayan. Apalagi, charge swap untuk posisi overnight bisa seketika menghapus profit yang didapat.

Risiko Arbitrase Forex

Ada yang mengatakan bahwa dengan arbitrase forex, profit bisa dikunci tanpa risiko (risk-free trading). Ini tak sepenuhnya benar. Jika pelakunya adalah trader besar (institusional) atau perusahaan hedge fund, barangkali memang demikian, karena mereka punya kemampuan untuk menciptakan High-Frequency Trading (HFT) dan robot-robot yang bisa secara otomatis melakukan trading secara simultan di berbagai pasar. Namun, eksekusi arbitrase forex memunculkan satu masalah penting bagi trader forex biasa, yaitu bagaimana melakukan eksekusi seketika. Selain itu, slippage yang hanya beberapa pips saja bisa langsung menyapu bersih peluang profit.

Tentu saja, bukan berarti arbitrase forex tak mungkin dilakukan oleh trader biasa. Sekarang banyak robot trading forex (expert advisor/EA) mengklaim menggunakan teknik arbitrase untuk mendapatkan profit dengan drawdown rendah. Kalau Anda berminat untuk menggunakan software trading arbitrase semacam itu, maka perlu mencermati beberapa risiko lainnya. Diantaranya, risiko scam (robot trading juga ada scam), apakah jenis arbitrase yang dijalankan itu Triangular Arbitrage atau Broker Arbitrage, dan juga apakah broker yang Anda gunakan mengizinkan teknik arbitrase yang digunakan robot itu atau tidak.

Perhatikan bahwa broker bandar bisa saja menggagalkan eksekusi order secara sepihak, jadi akan berisiko tinggi menjalankan Triangular Arbitrage di broker seperti ini. Bisa-bisa satu posisi tereksekusi ketika dua lainnya gagal. Sementara itu, broker pada umumnya (baik bandar maupun bukan) boleh jadi tak semuanya menyebut-nyebut tentang arbitrase forex di Terms&Conditions yang tersedia, sehingga Anda mungkin harus meminta pernyataan eksplisit dari CS broker tentang apakah arbitrase diperbolehkan atau tidak.

This entry was posted in . Bookmark the permalink.